LASKAR IBLIS

Penulis : Dian Umbara, ST.1

Visualisasi Baphomet/Lucifer/Iblis oleh Penyembah Syetan

Untuk artikel selanjutnya kita akan membicarakan mengenai sejarah bangsa Israel, Yahudi, Mesir, dan hubungannya dengan gerakan FREEMASONRY serta gerakan penyembah Syetan yang terkait. Untuk mengetahui musuh, kita harus mengetahui apa visi misi mereka dan tindakan apa yg mereka lakukan untuk melaksanakan ambisi mereka itu. Untuk mengenali Iblis kita harus mengetahui watak, gerak-gerik serta taktiknya. Bagaimana sepak terjang mereka dalam kancah pergaulan dunia Internasional, apa ambisi mereka, apa pengaruhnya terhadap bangsa-bangsa didunia saat ini, melalui apakah mereka menjalankan misinya.

2

Seorang Yahudi yang muasalnya adalah keturunan Nabi Ibrahim

Bagaimana sejarahnya keturunan nabi Ibrahim yang sangat mulia dan bapak para nabi ini sampai tersesat? lalu apa hubungannya dengan ajaran Firaun? Bagaimana mereka merusak ajaran-ajaran agama yang monoteistik (satu Tuhan) seperti ajaran nabi Isa dirusak dengan konsep Trinitasnya dan menyamakan makhluk ciptaan-Nya dengan Tuhan, setelah berhasil menyesatkan kesana kemari lalu apa tujuan mereka sebenarnya? Bagaimana mereka menyesatkan umat Islam juga dengan ahmadiyah, faham Liberalisme, pluralisme/semua agama sama, sekulerisme dan lain-lainnya?

3

Ilustrasi penyembahan kepada Lucifer/Baphomet oleh laskar Iblis

Bagaimana kita bisa mengalahkan musuh wong definisi musuh saja kita tidak tahu. Kita akan mencoba membongkar suatu gerakan sangat berbahaya namun luar biasa halusnya yang asal muasalnya adalah dari ajaran sesat Fir’aun. Fir’aun telah beribu-ribu tahun meninggal dunia tapi tidak dengan ajarannya. Fir’aun ini telah belajar banyak hal dari Iblis/jin kafir/Lucifer yang membantunya, dari ilmu pengetahuan sampai konsep ke-Tuhanan sehingga dengan tipu dayanya telah berhasil mengajak Firaun dan para pengikut setianya bahkan sampai saat ini kearah kesesatan.4

Sefiroth/Ein Sof dalam ajaran kabbalah

Karena jika kita membaca ilmu Kabbalah seolah-olah semuanya masuk akal, padahal energi itu adalah ciptaan yang Maha Kuasa, kenapa kita menuhankan energi yang notabene adalah ciptaan-Nya. Jika kita tahu manfaat energi listrik untuk berbagai hal kehidupan manusia mengapa kita harus menuhankan listrik itu. Kenapa tidak berfikir panjang dengan mendalami apa hakikat energi itu dengan mengembalikan bahwa segala sesuatu di alam semesta tak lain dan tak bukan adalah ciptaan Yang Maha Kuasa. Jadi yang berhak disembah adalah hanyalah Allah semata bukan listrik/energi itu sendiri. Mereka hendak menyamakan Allah dengan membuat tandingan berupa paganisme yang terdiri dari bermacam-macam dewa. Jika saya bertanya, apakah sama antara “Sang Pembuat Kursi” dengan “Kursi Buatannya itu?” Tentulah teramat sangat jauh berbeda.

Begitu juga dengan Allah? Tentulah Dia tidak sama dengan kreasi ciptaan- Nya. Tuhan itu satu yaitu Allah, tidak melahirkan atau dilahirkan, dan tidak sama atau mirip dengan apa-apa yang telah diciptakannya. Tuhan berbeda dengan kreasinya, kreasinya terikat hukum kefanaan waktu, sedang Allah tidak dan diluar itu semua dan terbebas semua dari ikatan kreasi ciptaannya, kasih sayang Allah meliputi segala sesuatu tapi tidak sama dengan ciptaan-Nya dan didalam AlQuran diajarkan bahwa Allah bersemayam diatas ‘arasy (Kita tidak bisa menjangkau seluruh alam semesta ini, akal fikir dan mata kita terbatas, apalagi melihat sang Pencipta alam semesta ini. Wong lihat angin/gelombang radio saja tidak bisa). Karena antara ciptaan dengan yang mencipta sudah berbeda hakikatnya. Contoh Allah Maha Abadi dan Maha Awal sedangkan alam semesta ini memiliki permulaan yaitu ada proses penciptaan, alam semesta ini juga memiliki titik dimana semuanya akan hancur binasa. Inilah tipu daya Iblis yang menyesatkan dengan ajaran Freemasonry/Kabbalah/qabbalist bahwa alam semesta ini adalah segala-galanya bagi mereka/materialisme.

Sedang kita Tahu para tukang sihir Firaun saja yang sudah sangat memahami seluk beluk energi sihir ini telah tunduk takluk ketika melihat keajaiban nur energi hakiki/Mu’jizat yang telah dikaruniakan kepada Musa. Jika Anda pernah melihat film “THE SECRET-THE LAW OF ATTRACTION”, film ini adalah video propaganda kaum Freemasonry. Mereka menganggap alam semesta inilah Tuhan mereka (Supreme Being), kita meminta kepada alam semesta dan alam semesta akan mempersembahkan segala sesuatunya. Betul bahwa alam semesta ini memiliki banyak energi yang diluar jangkauan akal pikir kita tapi bukan berarti energi itu sendiri adalah Tuhan. Dia ada karena kuasa Tuhan, dan hakikat energi Tuhan dengan energi ciptaannya dialam semesta sudah sangat jauh berbeda. (lebih…)

bpk geodesi”Dia adalah salah satu ilmuwan terbesar dalam seluruh sejarah manusia.” Begitulah AI Sabra menjuluki Al-Biruni — ilmuwan Muslim serba bisa dari abad ke-10 M. Bapak Sejarah Sains Barat, George Sarton pun begitu mengagumi kiprah dan pencapaian Al-Biruni dalam beragam disiplin ilmu. ”Semua pasti sepakat bahwa Al-Biruni adalah salah seorang ilmuwan yang sangat hebat sepanjang zaman,” cetus Sarton. Bukan tanpa alasan bila Sarton dan Sabra mendapuknya sebagai seorang ilmuwan yang agung. Sejatinya, Al-Biruni memang seorang saintis yang sangat fenomenal. Sejarah mencatat, Al-Biruni sebagai sarjana Muslim pertama yang mengkaji dan mempelajari tentang seluk beluk India dan tradisi Brahminical. Dia sangat intens mempelajari bahasa, teks, sejarah, dan kebudayaan India.

Kerja keras dan keseriusannya dalam mengkaji dan mengeksplorasi beragam aspek tentang India, Al-Biruni pun dinobatkan sebagai ‘Bapak Indologi’ — studi tentang India. Tak cuma itu, ilmuwan dari Khawarizm, Persia itu juga dinobatkan sebagai ‘Bapak Geodesi’. Di era keemasan Islam, Al-Biruni ternyata telah meletakkan dasar-dasar satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan lingkungan fisik bumi.

Selain itu, Al-Biruni juga dinobatkan sebagai ‘antropolog pertama’ di seantero jagad. Sebagai ilmuwan yang menguasai beragam ilmu, Al-Biruni juga menjadi pelopor dalam berbagai metode pengembangan sains. Sejarah sains mencatat, ilmuwan yang hidup di era kekuasaan Dinasti Samanid itu merupakan salah satu pelopor merote saintifik eksperimental. (lebih…)

M.Alfatih“Kota Konstantinopel kini bernama Istanbul. Kota yang kaya akan arsitektur dan seni Islam ini terletak di tepi selat yang terindah di dunia, yakni selat Bosporus (Turki). Istanbul mempunyai daya pikat bagi wisatawan, lokal dan mancanegara. Daya tarik itu apalagi kalau bukan bangunan-bangunan bersejarah, museum, baik bangunan peninggalan masa Byzantium maupun peradaban Islam. Di antara obyek wisata yang paling banyak dikunjungi itu antara lain adalah Aya Sophia (peninggalan Kerajaan Byzantium), Masjid Biru yang memiliki enam menara, dan Istana Topkapi yang dibangun pada tahun 1462.

Dalam eksiklopedi disebutkan, Konstantinopel dibangun oleh Kaisar Constantine Agung sebagai ibukota Kekaisaran Romawi, di tempat bekas Kota Byzantium Lama (324-330). Karena dibangun oleh Constantine Agung itulah kota ini kemudian dinamakan Konstantinopel (Constantinople). Ketika kerajaan Romawi pecah menjadi dua, kota ini tetap menjadi ibukota Kerajaan Romawi Timur atau Kerajaan Byzantium. Pada tahun 1455 Konstantinopel ditaklukkan oleh Dinasti Turki Othman.

Sejarah menyebutkan, pasukan Islam yang pertama kali menyerbu Konstantinopel adalah pasukan yang dipimpin oleh Mu’awiya bin Abi Sufyan saat pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib ra pada tahun 34 H. Penyerangan berikutnya dilakukan oleh putranya Yazid pada 47 H, kemudian oleh Sufyan bin Aus pada tahun 52 H yang selanjutnya diikuti oleh Salma saat pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 97H. (lebih…)

Perang Salib IVTentara Islam dikenal memiliki pasukan berkuda yang sangat hebat.  Di era kejayaan Islam,  kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda dan memanah.  Sejarah peradaban Islam mencatat, kehebatan pasukan berkuda Islam telah menjadi kunci kemenangan dalam berbagai pertempuran penting. Pasukan berkuda biasa disebut kavaleri, yang berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis  chevalier yang berarti “pasukan berkuda”.  Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk  Islamic Technology: An Illustrated History, mengungkapkan, sebelum Islam berkembang, peradaban lain, seperti Bizantium telah memiliki pasukan kavaleri yang tangguh.

(lebih…)

Ilmu kimia merupakan sumbangan penting yang telah diwariskan para kimiawan Muslim di abad keemasan bagi peradaban modern. Para ilmuwan dan sejarah Barat pun mengakui bahwa dasar-dasar ilmu kimia modern diletakkan para kimiawan Muslim. Tak heran, bila dunia menabalkan kimiawan Muslim bernama Jabir Ibnu Hayyan sebagai ‘Bapak Kimia Modern’.”Para kimiawan Muslim adalah pendiri ilmu kimia,” cetus Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M. Tanpa tedeng aling-aling, Will Durant dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith, juga mengakui bahwa para kimiawan Muslim di zaman kekhalifahanlah yang meletakkan fondasi ilmu kimia modern.

Menurut Durant, kimia merupakan ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh peradaban Islam. “Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,” ungkapnya.

Sedangkan, peradaban Islam, papar dia, telah memperkenalkan observasi yang tepat, eksperimen yang terkontrol, serta catatan atau dokumen yang begitu teliti.Tak hanya itu, sejarah mencatat bahwa peradaban Islam di era kejayaan telah melakukan revolusi dalam bidang kimia.

Kimiawan Muslim telah mengubah teori-teori ilmu kimia menjadi sebuah industri yang penting bagi peradaban dunia. Dengan memanfaatkan ilmu kimia, Ilmuwan Islam di zaman kegemilangan telah berhasil menghasilkan sederet produk dan penemuan yang sangat dirasakan manfaatnya hingga kini.

Berkat revolusi sains yang digelorakan para kimiawan Muslim-lah, dunia mengenal berbagai industri serta zat dan senyawa kimia penting. Adalah fakta tak terbantahkan bahwa alkohol, nitrat, asam sulfur, nitrat silver, dan potasium–senyawa penting dalam kehidupan manusia modern–merupakan penemuan para kimiawan Muslim. Revolusi ilmu kimia yang dilakukan para kimiawan Muslim di abad kejayaan juga telah melahirkan teknik-teknik sublimasi, kristalisasi, dan distilasi. Dengan menguasai teknik-teknik itulah, peradaban Islam akhirnya mampu membidani kelahiran sederet industri penting bagi umat manusia, seperti industri farmasi, tekstil, perminyakan, kesehatan, makanan dan minuman, perhiasan, hingga militer.

(lebih…)

SCI_DSC_5080_smDi era keemasannya, peradaban Islam memiliki seorang dokter bedah yang paling top. Kontri – businya sungguh sangat besar bagi pengembangan ilmu bedah. Selain melahirkan prosedur dan metode ilmu bedah modern, dia juga menciptakan beragam alat dan teknologi yang digunakan untuk bedah. Tak heran bila dunia pun mendapuknya sebagai ‘Bapak Ilmu Bedah Modern’. Peletak dasar-dasar ilmu bedah modern itu bernama Al-Zahrawi (936 M -1013 M). Orang Barat mengenalnya sebagai Abulcasis. Al-Zahrawi adalah seorang dokter bedah yang amat fenomenal. Karya dan hasil pemikirannya banyak diadopsi para dokter di dunia Barat. ‘’Prinsipprinsip ilmu kedokteran yang diajarkan Al- Zahrawi menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di Eropa,’‘ ujar Dr Campbell dalam History of Arab Medicine. Ahli bedah yang termasyhur hingga ke abad 21 itu bernama lengkap Abu al-Qasim Khalaf ibn al-Abbas Al-Zahrawi. Ia terlahir pada tahun 936 M di kota Al-Zahra, sebuah kota berjarak 9,6 km dari Cordoba, Spanyol. Al-Zahrawi merupakan keturunan Arab Ansar yang menetap di Spanyol. Di kota Cordoba itulah dia menimba ilmu, mengajarkan ilmu kedokteran, mengobati masyarakat, serta mengembangkan ilmu bedah bahkan hingga tutup usia.

Kisah masa kecilnya tak banyak terungkap. Sebab, tanah kelahirannya Al- Zahra dijarah dan dihancurkan. Sosok dan kiprah Al-Zahrawi baru terungkap ke permukaan, setelah ilmuwan Andalusia Abu Muhammad bin Hazm (993 M – 1064 M) menempatkannya sebagai salah seorang dokter bedah terkemuka di Spanyol. Sejarah hidup alias biografinya baru muncul dalam Al-Humaydi’s Jadhwat al- Muqtabis yang baru rampung setelah enam dasawarsa kematiannya.

Al-Zahrawi mendedikasikan separuh abad masa hidupnya untuk praktik dan mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter termasyhur, Al-Zahrawi pun diangkat menjadi dokter Istana pada era Kekhalifahan Al-Hakam II di Andaluasia. Berbeda dengan ilmuwan Muslim kebanyakan, Al-Zahrawi tak terlalu banyak melakukan perjalanan. Ia lebih banyak mendedikasikan hidupnya untuk merawat korban kecelakaan serta korban perang. (lebih…)

c319e3a57308c2f9fa19ec6810de1d58Tak salah bila dunia mendapuknya sebagai bapak ki mia modern. Ahli kimia Mus lim terkemuka di era kekhalifahan yang dikenal di dunia Barat dengan pang gilan Geber itu memang sangat fenomenal. Betapa tidak, 10 abad se be lum ahli kimia Barat bernama John Dal ton (1766-1844) mencetuskan teori mo lekul kimia, Jabir Ibnu Hayyan (721M – 815 M) telah menemukannya di abad ke-8 M.

Hebatnya lagi, penemuan dan eksperimennya yang telah berumur 13 abad itu ternyata hingga kini masih tetap dijadikan rujukan. Dedikasinya dalam pengembangan ilmu kimia sungguh tak ternilai harganya. Tak heran, jika ilmuwan yang juga ahli farmasi itu dinobatkan sebagai renaissance man
(manusia yang mencerahkan).

Tanpa kontribusinya, boleh jadi ilmu kimia tak berkembang pesat seperti saat ini. Ilmu pengetahuan modern sungguh telah berutang budi kepada Jabir yang dikenal sebagai seorang sufi itu. Jabir telah menorehkan sederet karyanya dalam 200 kitab. Sebanyak 80 kitab yang ditulisnya itu mengkaji dan mengupas seluk-beluk ilmu kimia. Sebuah pencapaian yang terbilang amat prestisius. (lebih…)